Sistem Pendukung Keputusan (SPK) : Komponen, Teknik dan Tahapan

Sistem pendukung keputusan (SPK) secara didefinisakan sebagai suatu sistem yang dapat memberikan kemampuan baik berupa kemampuan memecahkan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur. SPK merupakan sistem yang mendukung kerja seorang manajer dalam menyelesaikan masaah semi terstruktur dengan cara memberikan informasi dan usulan penyelesaian dalam mendukung keputusan tertentu. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki karakteristik, kelebihan, kekurangan, tujuan dan pihak yang Berperan dalam pengembangan SPK. Konsep SPK pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael Scot Morton yang dikenal dengan istilah management decision system.

SPK
Sumber : Snickets Corp

Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) mempunyai setidaknya tiga komponen utama atau subsistem utama yang bisa menentukan kapabilitas teknis dari sistem pendukung keputusan, diantaranya subsistem data, subsistem model dan sub sistem dialog. Terlihat pada gambar dibawah.

Komponen SPK
Komponen SPK


Data Subsystem (Subsistem Data)

Data  subsystem adalah komponen pada sistem pendukung keputusan yang menyediakan data yang diperlukan atau dibutuhkan oleh sistem. Data tersebut disimpan ke dalam database yang diorganisasikan oleh sebuah sistem yang biasa disebut dengan DBMS (Database Management System), dengan DBMS maka data yang dibutuhkan bisa diekstraksi secara cepat dan tepat.

Model Subsystem (Subsistem Model)

Model Subsystem adalah suatu teknik atau cara bagaimana data yang akan diambil pada database akan diolah dan diproses dengan model-model yang telah dibuat sehingga dapat diperoleh suatu pemecahan atau hasil yang diharapkan. Pemodelan dalam sistem pendukung keputusan (SPK) mencakup tujuh permasalahan yaitu :
  • Identifikasi Masalah dan Analisis lingkungan, pada tahap ini melakukan pengawasan, pelacakan, dan interpretasi terhadap data dan informasi yang telah dikumpulkan. Analisis dilakukan pada domain dan dinamika dari suatu lingkungan yang ada. Pada bagian ini dibutuhkan identifikasi budaya organisasi dan proses pengambilan keputusan.
  • Identifikasi Variabel, pada tahap ini melakukan identifikasi terhadap variabel-variabel yang relevan. Variabel tersebu mencakup variabe keputusan, intermediate dan hasil.
  • Peramalan atau Forecasting, jika suatu sistem pendukung keputusan diimplimentasikan, maka akibatnya atau hasilnya akan dialami kemudian hari, maka peramalan mutlak diperlukan.
  • Penggunaan Beberapa Model Keputusan, pada SPK bisa terdiri dari beberapa model. Tiap masing-masing model merepresentasikan bagian yang berbeda dari masalah pengambilan keputusan.
  • Seleksi Model yang Sesuai, setiap model mempunyai teknik-teknik tertentu, teknik-teknik tersebut dapat diaplikasikan baik model statis maupun dinamis.
  • Manajemen Model, dalam menjaga integritas dan kapabilitasnya maka model perlu dikelola sebaik mungkin.
  • Pemodelan Pengetahuan, sistem berbasis pengetahuan menerapkan sekumpulan aturan dalam menyelesaikan permasalahannya.

User System Interface (Subsistem Dialog)

Melalui sistem dialog inilah, maka sistem pendukung keputusan yang dibangun akan diimplimentasikan agar pengguna atau pemakai dapat berinteraksi dengan sistem yang dirancang secara interaktif. Subsistem dialog dapat dibagi ke dalam tiga bagian utama yaitu sebagai berikut :
  • Action Language, suatu piranti lunak yang digunakan pengguna daam berinteraksi dengan sistem, melewati berbagai media seperti mouse, touchpad, touchscreen, keyboard dan perangkat lainnya.
  • Display, adalah sarana tampilan antarmuka yang dapat diperoleh oleh pengguna, seperti monitor, printer, proyektor dan perangkat lainnnya.
  • Knowledge Base, merupakan bagian yang mutlak yang harus diketahui oleh pengguna sehingga pemakaian sistem bisa berfungsi secara efektif.

Teknik Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Pendekatan atau teknik yang digunakan pada perancangan sistem pendukung kepuusan sangat bergantung pada suatu kondisi dan waktu yang tersedia. Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan  dalam merancang SPK, namun pada intinya teknik-teknik tersebut diklasifikasn sebagai berikut :
  • Perancangan Cepat, teknik ini digunakan apabila SPK memiliki kemampuan khusus yang bisa memberikan hasil yang cukup, namun waktu perancangan yang tersedia relativ singkat. Dalam proses pengembangan selanjutnya baru dipikirkan keudian dan tidak begitu perlu dijadikan pertimbangan untuk saat ini.
  • Perancangan Bertahap, teknik ini dilakukan dengan membat suatu SDSS yang dimana pembangunannya disesuaikan dengan perancangan yang akan datang, sehingga bagian yang telah dikembangkan pada sistem awal bisa dipergunakan lagi untuk pengembangan selanjutnya.
  • Perancangan Lengkap, teknik terlebih dahulu mengembangkan DSSG yang lengkap dan struktur organisasi untuk mengelolanya.

Tahapan Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Dalam membuat sistem pendukung keputusan setidaknya terdapat delapan tahapan dan cukup bervariasi dan ada juga SPK yang tidak menggunakan seluruh tahapan tersebut.


Tahapan Perancangan SPK
Tahapan Perancangan SPK


Tahapan perancanagan SPK diantaranya adalah :
  • Planning, perencanaan pada dasarnya berhubungan dengan perumusan maslah dan menentukan tujuan dari sistem pendukung keputusan.
  • Research, penelitian yang berkaitan dengan mencari data dan sumber data yang ada dan tersedia.
  • Analysis, menentukan teknik perancangan dan pendekatan dalam mengembangkan sistem dan umber data yang diperlukan dalam pengembangan.
  • Design, perancangan terhadap komponen utama atau subsistem SPK seperi data subsystem, model subsyem, dan user system interface.
  • Construction, kelanjutan dari tahap design yang dimana komponen uama yang dirancang digabungkan menjadi sebuah sistem pendukung keputusan.
  • Implementation, Menerapkan SPK yang dibuat dan terdapat beberapa tugas yang dilakukan seperi testing, evaluation, demonstration, orientation, training dan deployment.
  • Maintenance, melakukan perencanaan dukungan yang musti dilakukan secara berkelanjutan dalam menjaga keandalan suatu sistem.
  • Adaption, melakukan pengulangan terhadap tahap-tahap perancangan SPK sebagai tanggapan atas perubahan kebutuhan pengguna dan lingkungan.

Post a Comment

0 Comments